Postingan

Menampilkan postingan dari 2023

Membaca PISA dengan Kritis

AWAL bulan depan OECD akan mengumumkan hasil PISA 2022 untuk 80 negara yang berpartisipasi, termasuk Indonesia. Bagaimana potret literasi murid Indonesia di PISA terbaru ini? Ingat PISA 2022 dilakukan setelah penutupan sekolah akibat pandemi selama 23 bulan. Menurut Bank Dunia, penutupan sekolah di Indonesia termasuk paling lama sedunia. Kajian Kemendikbud-Ristek bersama INOVASI mencatat, siswa sekolah dasar di Indonesia kehilangan pembelajaran (learning loss) setara 11-12 bulan belajar. Karena itu, skor PISA Indonesia 2022 kemungkinan besar turun, meski hasil persisnya baru diketahui setelah pengumuman.    Pengaruh global PISA  Sorotan publik pada hasil PISA bukan hanya di Indonesia. Sejak diluncurkan pada 2000, PISA sudah menunjukkan pengaruh internasionalnya. Finlandia menjadi primadona setelah menempati peringkat pertama pada PISA 2000 yang membuat pendidik dari berbagai penjuru dunia rutin menyambangi untuk studi banding. Di sisi lain, Jerman mengalami ‘guncangan PIS...

Roda Pintar Baca Tulis

Berikut ini adalah salah satu praktik baik dampingan projek saya dalam meningkatkan membaca dan menulis. Praktik baik ini ditulis dengan model ATAP (Awal, Tantanga, Aksi dan Perubaha yang terjadi).    Awal:  Guru ingin suasana kelas yang menyenangkan ketika belajar. Mengubah rasa bosan dan tidak semangat bahkan bagi sebagian siswa merasa panik ketika diunjuk guru untuk maju ke depan kelas. Tantangan :  1. Peserta didik tidak percaya diri dan merasa tertekan ketika diunjuk guru maju ke depan kelas yang membutuhkan penalaran secara cepat. 2. Kurangnya semangat peserta didik terhadap materi baca tulis Aplikasi : strategi yang saya lakukan dengan memakai roda pintar baca tulis dalam kelompok:  Perubahan : peserta didik menjadi lebih percaya diri, merasa senang ketika belajar dan mampu bernalar lebih kritis untuk mencari dan menemukan kata yang berasal dari gabungan huruf konsonan dengan huruf vokal secara acak.

Membangun Rasa Percaya di Sekolah

Gambar
Rasa percaya merupakan sebuah elemen yang tidak terpisahkan dari budaya sekolah yang positif dan produktif yang mana berkontribusi terhadap kualitas pengajaran, pembelajaran, dan kesejahternaan di sekolah. Andy Hargreaves dan Michael Fullan (2012) mendesak sekolah untuk secara kolektif dan sadar membangun rasa percaya terhadap guru, bahkan ketika itu akan menghasilkan tantangan baru dan kegagalan yang mengecewakan.  Lima Bahan Baku atau Elemen Rasa Percaya Profesor Megan Tschannen-Moran, salah satu cendekia yang berpengaruh untuk urusan rasa percaya dalam pendidikan, mendefinisikan rasa percaya sebagai " kerelaan untuk bisa sewaktu-waktu terluka oleh orang lain, akibat keyakinan bahwa orang lain tulus hati, jujur, dapat diandalkan dan berkompeten (2014, p.19). Ketika anda mempercayai sesorang, artinya Anda hanya memiliki sedikit ketakutan bahwa orang ini akan melukai Anda. Anda yakin bahwa orang ini berbicara dan bertindak dengan jujur, mengkomunikasikan informasi esensial kepada ...

Contoh Umpan Balik Efektif

Gambar
Umpan balik yang tepat berpengaruh pada motivasi belajar peserta didik. Pemberian umpan balik dilakukan dengan mendeskripsikan usaha terbaik peserta didik, dan membangun kesadaran pemangku kepentingan bahwa proses pencapaian tujuan pembelajaran lebih diutamakan dibandingkan dengan hasil akhir. Salah satu acuan dalam memberikan umpan balik dapat menggunakan tangga umpan balik ( ladder of Feedback). Penjelasan terkait tangga umpan balik dapat dibaca pada bagian umpan balik yang efektif. Berikut penerapan umpan balik terhadap sebuah karya atau kinerja peserta didik: " Bagaimana kamu tahu gambar ini akan membentuk kubus?" (klarifikasi) "Gambar kotak-kotak yang kamu buat, hampir sama sehingga mudah jika disusun menjadi bentuk-bentuk kubus." (Nilai) "Ibu melihat kami menggunakan titik-titik sebagai tanda sudut dan memulai garis. Bagaimana jika kamu menggunakan penggaris agar garisnya lebih lurus?" ( Perhatian) "jika pada kegiatan selanjutnya, tugas membuat ...

Umpan Balik Yang Efektif

Gambar
  Umpan balik yang dimaksud di sini adalah respon guru terhadap kinerja siswa, untuk memastikan tujuan pembelajaran tercapai. Jadi, umpan balik diberikan pada saat proses pembelajaran berlangsung, bukan setelah pembelajaran.  Di samping itu, umpan balik diharapkan dapat memancing siswa untuk mengeluarkan GAGASAN ORISINAL mereka dalam menemukan, memahami, dan/atau menerapkan konsep/cara menyelesaikan suatu masalah.  Gagasan orisinal mereka bisa jadi:  sesuai dengan gagasan guru/ahli sesuai dengan gagasan guru/ahli, tetapi kurang lengkap/kaya; atau … salah atau TIDAK sesuai dengan gagasan guru/ahli. Nah, bagaimana kita, sebagai guru, merespon ketiga kondisi tersebut agar siswa tetap berani/tidak takut salah dalam mengungkapkan gagasan mereka: kalau salah/berbeda dengan guru, bagaimana mereka terinspirasi (dengan respon kita) untuk memperbaiki atau memperkuat alasan mereka; kalau kurang lengkap, bagaimana mereka terinspirasi untuk melengkapi; dan kalau sudah sesuai, bag...

Ice breaker#1: Hitung 20

  Hitung 20 Pada saat saya mengikuti online course yang dilakukan NIE pada bulan Juli 2023, ada sebuah permainan  ice breaking  yang ditampilkan oleh fasilitator untuk menjelaskan bagaimana matematika dimanafaatkan untuk memecahkan sebuah permasalah. Judul permainannya adalah “Hitung sampai 20”. Permainan ini dilakukan oleh dua pemain dan masing-masing pemain harus menyebut satu atau dua angka dari angka 1, 2, sampai 20. Pemain yang menyebut angka 20 adalah pemain yang kalah. Sebagai contoh, jika permainan berlangsung seperti ini: Maka pemain #1 kalah karena dia (mau tidak mau) menyebut angka 20. Sekilas, permainan ini tampak sulit dan tidak ada strategi untuk selalu menang. Namun, sebenarnya kita dapat menemukan strategi untuk menang dalam permainan ini. Perhatikan bahwa, jika kita menyebutkan angka 19, maka lawan pasti kalah karena lawan mau tidak mau harus menyebutkan angka 20. Bagaimana caranya agar kita selalu bisa menyebutkan angka 19? Kita harus meny...

Sistem pendidikan kelas dunia (1)

Apa yang anda lihat ketika memilih sekolah? gurunya, rata-rata ukuran kelas, atau data hasil ujian atau prestasi siswa. Ketika kita sedang mempelajari sebuah sekolah, sebaiknya abaikan semua informasi umum yang didapat. Misalnya, kegiatan open house yang ternyata sangat tidak berguna, study tour, atau anggaran yang dikeluarkan untuk tiap siswa. Begitu sudah memenuhi standar, maka uang sudah tidak lagi dapat disamakan dengan kualitas pendidikan.   Rata-rata ukuran kelas?  Ternyata tidak sepenting yang dipikirkan banyak orang, kecuali jika itu untuk tahun-tahun awal sekolah. Faktanya, negara dengan kualitas pendidikan tinggi memeiliki kelas yang lebih besar dari Indonesia. Riset menunjukkan jika kualitas proses pengajaran lebih penting daripada ukuran kelas.    Data hasil ujian?  Bisa membantu memang, tetapi sangat sulit menerjemahkan hasil itu. Seberapa bagus ujian yang diberika? Apakah sekolah memang memberikan pengajaran lebih banyak dibanding saat anak belajar...

Mengajar di luar Sekat, Panggilan untuk Berkolaborasi

Kolaborasi dengan guru lain sangat penting untuk mengembangkan kemampuan mengajar guru. Tapi sayangnya para guru masih menganggap bahwa mengajar adalah sebuah pekerjaan dalam sekat. Mengajar dipandang hanya  sebatas kelas dan mata pelajaran. Hal ini menyebabkan kegiatan mengajar dan sekolah terisolasi dari dunia nyata. Kondisi ini sangat merugikan dan membuat profesi guru tidak berkembang Untuk mengenali apakah Anda lebih suka berkolaborasi dengan sesama guru atau tetap berada di kelas, cobalah mengerjakan kuis berikut.  Saya merasa nyaman dengan metode saya mengajar dan sama sekali tidak ingin mengubahnya Ketika ada kejadian menarik di kelas, saya tidak terlalu suka menceritakannya kepada rekan-rekan saya Ketika ada orang yang datang ke kelas untuk melihat saya mengajar, saya merasa dihakimi Persoalan pribadi dan pekerjaan rekan kerja di sekolah bukan urusan saya Jika tidak ada masalah, saya tidak perlu berkomunikasi dengan guru dari tingkat kelas atau mata pelajaran Saya kur...

Student Reflection: A Tool for Growth and Development

Reflect is what educators do. College professors give value to reflecting on pedagogical practice. Administrators expect us to reflect on our practice in instructional evaluations. Inservice instructors ask us to reflect on what we learned from each training session. As teachers reflecting on ways to enhance our daily instruction, we ask: How did the students respond to the day’s lesson? Were the objectives met? How could we better manage our time? What methods might engage our students? As a middle school teacher, I found myself asking similar questions until I realized: who better to ask than the students themselves? After all, I might believe a lesson was absolutely wonderful—it seemed as though every student was attentive and focused on the classroom activity—but what if I was wrong? What if my students weren’t getting all that I hoped they would from our time together? So, I implemented student reflection as a weekly component of my classroom instruction. Every Friday, students sp...

Pembelajaran Berbasis Projek, bukan Sekedar Melakukan Projek

Gambar
Apa beda beda melakukan projek (doing project) dan pembelajaran berbasis projek (PjBL)? Mengutip penjelasan dari  https://www.pblworks.or g dijelaskan bahwa melakukan projek dapat dianalogikan dengan  hidangan penutup, sedangkan PjBL dianalogikan dengan hidangan utama. Jika dikaitkan dengan proses pembelajaran maka melakukan projek dapat diandaiakan dengan kegiatan akhir atau pendukung dari suatu proses pembelajaran, sedangkan kegiatan PjBL dapat disamakan dengan kegiatan inti dari sebuah proses pembelajaran.  Berikut beberapa perbedaan melakukan projek dengan PjBL dikutip  https://www.pblworks.org/doing-project-vs-project-based-learning  sebagai berikut:  untuk lebih memahami perbedaan melakukan projek dengan PjBL silahkan ikuti simulasi berikut: https://view.genial.ly/63f4c335a3545b00119cfa51/guide-simulasi-project-based-learning Pembelajaran berbasis projek berarti kita belajar dari projek yang kita lakukan. Projek sebagai media untuk belajar tentang ma...