Hari Guru, sebenarnya untuk siapa?
Setiap tahun kita merayakan Hari Guru dengan unggahan foto, bunga, dan pidato-pidato manis. Tapi sebagai seseorang yang sudah lebih dari satu dekade bekerja bersama guru—mengajar mereka, melatih mereka, mendampingi mereka—saya semakin sering bertanya dalam hati: Hari Guru ini sebenarnya untuk siapa? Untuk guru yang setiap hari berjuang di kelas dengan murid-murid yang makin beragam kebutuhannya? Atau untuk para pejabat yang rajin membuat seremoni, tapi abai pada hal paling mendasar yang dibutuhkan guru: pendampingan, supervisi bermutu, dan kebijakan yang konsisten? Kenyataannya Tidak Semanis Pidato Hasil PISA 2022 sudah jelas: Indonesia masih berada di peringkat bawah untuk literasi, numerasi, dan sains. Yang menarik, laporan OECD menekankan bahwa kualitas pengajaran adalah faktor paling menentukan keberhasilan siswa. Bank Dunia (2023) bahkan menyebut bahwa “dukungan profesional guru di Indonesia masih sporadis, tidak terstruktur, dan kurang berkelanjutan.” Riset SMERU dan RISE juga me...