Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2023

Roda Pintar Baca Tulis

Berikut ini adalah salah satu praktik baik dampingan projek saya dalam meningkatkan membaca dan menulis. Praktik baik ini ditulis dengan model ATAP (Awal, Tantanga, Aksi dan Perubaha yang terjadi).    Awal:  Guru ingin suasana kelas yang menyenangkan ketika belajar. Mengubah rasa bosan dan tidak semangat bahkan bagi sebagian siswa merasa panik ketika diunjuk guru untuk maju ke depan kelas. Tantangan :  1. Peserta didik tidak percaya diri dan merasa tertekan ketika diunjuk guru maju ke depan kelas yang membutuhkan penalaran secara cepat. 2. Kurangnya semangat peserta didik terhadap materi baca tulis Aplikasi : strategi yang saya lakukan dengan memakai roda pintar baca tulis dalam kelompok:  Perubahan : peserta didik menjadi lebih percaya diri, merasa senang ketika belajar dan mampu bernalar lebih kritis untuk mencari dan menemukan kata yang berasal dari gabungan huruf konsonan dengan huruf vokal secara acak.

Membangun Rasa Percaya di Sekolah

Gambar
Rasa percaya merupakan sebuah elemen yang tidak terpisahkan dari budaya sekolah yang positif dan produktif yang mana berkontribusi terhadap kualitas pengajaran, pembelajaran, dan kesejahternaan di sekolah. Andy Hargreaves dan Michael Fullan (2012) mendesak sekolah untuk secara kolektif dan sadar membangun rasa percaya terhadap guru, bahkan ketika itu akan menghasilkan tantangan baru dan kegagalan yang mengecewakan.  Lima Bahan Baku atau Elemen Rasa Percaya Profesor Megan Tschannen-Moran, salah satu cendekia yang berpengaruh untuk urusan rasa percaya dalam pendidikan, mendefinisikan rasa percaya sebagai " kerelaan untuk bisa sewaktu-waktu terluka oleh orang lain, akibat keyakinan bahwa orang lain tulus hati, jujur, dapat diandalkan dan berkompeten (2014, p.19). Ketika anda mempercayai sesorang, artinya Anda hanya memiliki sedikit ketakutan bahwa orang ini akan melukai Anda. Anda yakin bahwa orang ini berbicara dan bertindak dengan jujur, mengkomunikasikan informasi esensial kepada ...

Contoh Umpan Balik Efektif

Gambar
Umpan balik yang tepat berpengaruh pada motivasi belajar peserta didik. Pemberian umpan balik dilakukan dengan mendeskripsikan usaha terbaik peserta didik, dan membangun kesadaran pemangku kepentingan bahwa proses pencapaian tujuan pembelajaran lebih diutamakan dibandingkan dengan hasil akhir. Salah satu acuan dalam memberikan umpan balik dapat menggunakan tangga umpan balik ( ladder of Feedback). Penjelasan terkait tangga umpan balik dapat dibaca pada bagian umpan balik yang efektif. Berikut penerapan umpan balik terhadap sebuah karya atau kinerja peserta didik: " Bagaimana kamu tahu gambar ini akan membentuk kubus?" (klarifikasi) "Gambar kotak-kotak yang kamu buat, hampir sama sehingga mudah jika disusun menjadi bentuk-bentuk kubus." (Nilai) "Ibu melihat kami menggunakan titik-titik sebagai tanda sudut dan memulai garis. Bagaimana jika kamu menggunakan penggaris agar garisnya lebih lurus?" ( Perhatian) "jika pada kegiatan selanjutnya, tugas membuat ...

Umpan Balik Yang Efektif

Gambar
  Umpan balik yang dimaksud di sini adalah respon guru terhadap kinerja siswa, untuk memastikan tujuan pembelajaran tercapai. Jadi, umpan balik diberikan pada saat proses pembelajaran berlangsung, bukan setelah pembelajaran.  Di samping itu, umpan balik diharapkan dapat memancing siswa untuk mengeluarkan GAGASAN ORISINAL mereka dalam menemukan, memahami, dan/atau menerapkan konsep/cara menyelesaikan suatu masalah.  Gagasan orisinal mereka bisa jadi:  sesuai dengan gagasan guru/ahli sesuai dengan gagasan guru/ahli, tetapi kurang lengkap/kaya; atau … salah atau TIDAK sesuai dengan gagasan guru/ahli. Nah, bagaimana kita, sebagai guru, merespon ketiga kondisi tersebut agar siswa tetap berani/tidak takut salah dalam mengungkapkan gagasan mereka: kalau salah/berbeda dengan guru, bagaimana mereka terinspirasi (dengan respon kita) untuk memperbaiki atau memperkuat alasan mereka; kalau kurang lengkap, bagaimana mereka terinspirasi untuk melengkapi; dan kalau sudah sesuai, bag...