Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2016

Kami butuh pendidikan, bukan sekolah

Gambar
Beberapa tahun terakhir ini kita menyaksikan sekolah menjadi bagian dari masalah, bukan bagian dari solusi. Tidak sedikit guru mengajarkan kebohongan justru di sekolah.   Sing jujur malah ajur.   Guru lebih mengharapkan jawaban yang benar dari murid-muridnya, bukan jawaban yang jujur. Menyontek dianggap biasa. Banyak kekerasan justru terjadi di sekolah secara fisik maupun non-fisik. Guru lebih mudah marah bila murid datang tidak berseragam daripada jika ia tidak membawa buku.  Sekolah hanya tempat guru mengajar, bukan tempat murid belajar. Sekolah menjadi penjara, ruang yang sempit bagi ekspresi multi-ranah dan multi-cerdas murid. Boleh dikatakan tidak banyak kompetensi yang bisa dipelajari di sekolah. Kreativiti dimatikan, penjelajahan gagasan-gagsan baru tidak terjadi. Proses pembelajaran diabdikan untuk tes dan   drills   kognitif pilihan-ganda bertubi-tubi, serta formalisme kronis   telah membuat sekolah kehilangan   joyfull learning and teach...

Guru Baru, bukan Kurikulum Baru

Gambar
Melihat potret pendidikan kita selama paling tidak satu dekade ini, sulit untuk tidak mengatakan bahwa pendidikan kita saat ini sesungguhnya dalam krisis. Setelah hasil Uji Kompetesni Guru jeblog, lalu rangkaian tawuran melanda sekolah dan kampus dengan korban tewas berjatuhan, belum lagi hasil evaluasi internasional yang menempatkan kinerja pendidikan Indonesia di papan bawah, Kemendikbud merespons dengan ide merombak kurikulum. Salah satu yang banyak dikeluhkan walimurid adalah kurikulum yang overloaded , pembelajaran yang direduksi menjadi drills dan try-outs dengan tes-tes berformat pilihan-ganda yang dilakukan bahkan jauh sebelum Ujian. Kemudian anak-anak ini harus les berbayar hingga malam. Begitulah pendidikan di sekolah-sekolah sudah terdisorientasi hanya sekedar untuk menguasai kompetensi tingkat rendah yang tidak penting bagi kehidupan abad 21.  Sementara pembelajaran sudah menjadi sekedar strategi untuk lulus ujian, guru semakin mengalami krisis kepercayan ...

Mengapa orang tua kurang menghormati guru?

Gambar
Banyak orang tua yang ramah, mendukung, dan bersemangat untuk bekerja dengan guru untuk memastikan anak-anak mereka mendapatkan pendidikan yang terbaik. Tapi ada sejumlah besar dari orang tua yang tampaknya memiliki masalah dengan guru. Mereka tidak menunjukkan penghormatan, dan tidak selalu terlibat banyak dengan guru. Penasaran dengan kondisi ini, saya mencoba mencari alasan penyebab kurangnya rasa hormat untuk guru ? Menurut learningcraft.com, kurangnya rasa hormat terhadap guru bisa terjadi dikarenakan hal-hal berikut :   Status Pada masa lalu guru adalah orang yang paling terpelajar di masyarakat. Belum banyak orang tua yang terpelajar dan lulus universitas, sehingga pengaruh guru terhadap pendidikan sangat kuat. Saat ini tidaklah demikian. Orang tua siswa adalah orang yang terpelar dan sudah banyak yang lulus dari universitas. Mereka juga banyak yang berpengaruh dalam masyarakat. Guru tidak lagi memiliki pengaruh yang besar dalam kehidupan mereka. Para...

Memahami Kecerdasan Majemuk - Menjangkau Semua Anak

Gambar
Berawal dari riset yang dilakukan oleh Howard Garder melalui project Zero untuk melihat potensi manusia. Howard Gardner dengan serius mempertanyakan keabsahan penilaian potensi individu melalui tes-tes yang dinyatakan dalam satu angka atau nilai "IQ". Menurutnya penafsiran kecerdasan di masyarakat kita terlalu sempit. Gardner menyatakan bahwa kecerdasan lebih berkaitan dengan kapasitas (1) memecahkan masalah dan (2) menciptakan produk di lingkungan yang kondusif dan alamiah. Gardner memetakan lingkup kemampuan manusia yang luas menjadi delapan kategori yang komprehensif atau delapan “ kecerdasan dasar”. Dongeng yang terdapat di buku  In the own way: Discovering and encouraging your child’s multiple intelligences (1987)  karya Thomas Armstrong berikut, menarik untuk memahami terori kecerdasan majemuk temuan Howard Gardner. Menyadari dan mengembangkan dan mengembangkan semua ragam kecerdasan dan kombinasi-kombinasinya adalah hal yang terpenting. Dengan menyadari hal ini, se...