Postingan

Ice breaker#1: Hitung 20

  Hitung 20 Pada saat saya mengikuti online course yang dilakukan NIE pada bulan Juli 2023, ada sebuah permainan  ice breaking  yang ditampilkan oleh fasilitator untuk menjelaskan bagaimana matematika dimanafaatkan untuk memecahkan sebuah permasalah. Judul permainannya adalah “Hitung sampai 20”. Permainan ini dilakukan oleh dua pemain dan masing-masing pemain harus menyebut satu atau dua angka dari angka 1, 2, sampai 20. Pemain yang menyebut angka 20 adalah pemain yang kalah. Sebagai contoh, jika permainan berlangsung seperti ini: Maka pemain #1 kalah karena dia (mau tidak mau) menyebut angka 20. Sekilas, permainan ini tampak sulit dan tidak ada strategi untuk selalu menang. Namun, sebenarnya kita dapat menemukan strategi untuk menang dalam permainan ini. Perhatikan bahwa, jika kita menyebutkan angka 19, maka lawan pasti kalah karena lawan mau tidak mau harus menyebutkan angka 20. Bagaimana caranya agar kita selalu bisa menyebutkan angka 19? Kita harus meny...

Sistem pendidikan kelas dunia (1)

Apa yang anda lihat ketika memilih sekolah? gurunya, rata-rata ukuran kelas, atau data hasil ujian atau prestasi siswa. Ketika kita sedang mempelajari sebuah sekolah, sebaiknya abaikan semua informasi umum yang didapat. Misalnya, kegiatan open house yang ternyata sangat tidak berguna, study tour, atau anggaran yang dikeluarkan untuk tiap siswa. Begitu sudah memenuhi standar, maka uang sudah tidak lagi dapat disamakan dengan kualitas pendidikan.   Rata-rata ukuran kelas?  Ternyata tidak sepenting yang dipikirkan banyak orang, kecuali jika itu untuk tahun-tahun awal sekolah. Faktanya, negara dengan kualitas pendidikan tinggi memeiliki kelas yang lebih besar dari Indonesia. Riset menunjukkan jika kualitas proses pengajaran lebih penting daripada ukuran kelas.    Data hasil ujian?  Bisa membantu memang, tetapi sangat sulit menerjemahkan hasil itu. Seberapa bagus ujian yang diberika? Apakah sekolah memang memberikan pengajaran lebih banyak dibanding saat anak belajar...

Mengajar di luar Sekat, Panggilan untuk Berkolaborasi

Kolaborasi dengan guru lain sangat penting untuk mengembangkan kemampuan mengajar guru. Tapi sayangnya para guru masih menganggap bahwa mengajar adalah sebuah pekerjaan dalam sekat. Mengajar dipandang hanya  sebatas kelas dan mata pelajaran. Hal ini menyebabkan kegiatan mengajar dan sekolah terisolasi dari dunia nyata. Kondisi ini sangat merugikan dan membuat profesi guru tidak berkembang Untuk mengenali apakah Anda lebih suka berkolaborasi dengan sesama guru atau tetap berada di kelas, cobalah mengerjakan kuis berikut.  Saya merasa nyaman dengan metode saya mengajar dan sama sekali tidak ingin mengubahnya Ketika ada kejadian menarik di kelas, saya tidak terlalu suka menceritakannya kepada rekan-rekan saya Ketika ada orang yang datang ke kelas untuk melihat saya mengajar, saya merasa dihakimi Persoalan pribadi dan pekerjaan rekan kerja di sekolah bukan urusan saya Jika tidak ada masalah, saya tidak perlu berkomunikasi dengan guru dari tingkat kelas atau mata pelajaran Saya kur...

Student Reflection: A Tool for Growth and Development

Reflect is what educators do. College professors give value to reflecting on pedagogical practice. Administrators expect us to reflect on our practice in instructional evaluations. Inservice instructors ask us to reflect on what we learned from each training session. As teachers reflecting on ways to enhance our daily instruction, we ask: How did the students respond to the day’s lesson? Were the objectives met? How could we better manage our time? What methods might engage our students? As a middle school teacher, I found myself asking similar questions until I realized: who better to ask than the students themselves? After all, I might believe a lesson was absolutely wonderful—it seemed as though every student was attentive and focused on the classroom activity—but what if I was wrong? What if my students weren’t getting all that I hoped they would from our time together? So, I implemented student reflection as a weekly component of my classroom instruction. Every Friday, students sp...

Pembelajaran Berbasis Projek, bukan Sekedar Melakukan Projek

Gambar
Apa beda beda melakukan projek (doing project) dan pembelajaran berbasis projek (PjBL)? Mengutip penjelasan dari  https://www.pblworks.or g dijelaskan bahwa melakukan projek dapat dianalogikan dengan  hidangan penutup, sedangkan PjBL dianalogikan dengan hidangan utama. Jika dikaitkan dengan proses pembelajaran maka melakukan projek dapat diandaiakan dengan kegiatan akhir atau pendukung dari suatu proses pembelajaran, sedangkan kegiatan PjBL dapat disamakan dengan kegiatan inti dari sebuah proses pembelajaran.  Berikut beberapa perbedaan melakukan projek dengan PjBL dikutip  https://www.pblworks.org/doing-project-vs-project-based-learning  sebagai berikut:  untuk lebih memahami perbedaan melakukan projek dengan PjBL silahkan ikuti simulasi berikut: https://view.genial.ly/63f4c335a3545b00119cfa51/guide-simulasi-project-based-learning Pembelajaran berbasis projek berarti kita belajar dari projek yang kita lakukan. Projek sebagai media untuk belajar tentang ma...

Lebih cerdas, lebih cepat dan lebih baik

Gambar
" Siapa pun dapat belajar untuk sukses dengan lebih sedikit stres dan perjuangan, dan menjadi lebih pintar, lebih cepat, dan lebih baik dalam segala hal yang Anda lakukan" Kutipan tulisan diatas adalah inti dari buku yang baru saya beli bulan lalu ini.  Ditulis oleh seorang penulis fenomena terlaris New York Times, The Power of Habit, buku ini mengeksplorasi ilmu produktivitas, dan mengapa, di dunia sekarang ini, mengelola cara Anda berpikir — bukan apa yang Anda pikirkan — dapat mengubah hidup Anda. Inti dari Smarter Faster Better adalah delapan konsep utama — mulai dari motivasi dan penetapan tujuan hingga fokus dan pengambilan keputusan — yang menjelaskan mengapa beberapa orang dan perusahaan menyelesaikan begitu banyak hal. Berdasarkan temuan terbaru dalam ilmu saraf, psikologi, dan ekonomi perilaku — serta pengalaman para CEO, reformis pendidikan, jenderal bintang empat, agen FBI, pilot pesawat, dan penulis lagu Broadway — buku yang diteliti dengan susah payah ini me...

Revolusi Pendidikan

Gambar
Dari kenyataan bahwa vaksin untuk virus ini masih butuh waktu sekitar 18 bulan lagi, terlalu berkhayal berharap pendidikan segera kembali seperti saat prawabah. Kedaruratan yang dihela wabah Covid-19 telah berhasil memaksa institusi pendidikan dan pendidik merevolusi dirinya. Hanya dalam waktu kurang dari dua minggu, cara pengajaran konvensional di dunia berhenti. Sudah lebih dari satu miliar pelajar di dunia, yang tadinya belajar di sekolah, sekarang terhenti. UNESCO melaporkan, sekitar 830 juta pelajar tak memiliki akses ke komputer. Lebih dari 40 persen pelajar tak memiliki akses internet di rumahnya untuk dapat melanjutkan pendidikannya lewat gawai. Kenyataan parahnya ketimpangan akses informasi digital telah melumpuhkan pendidikan bagi kalangan terpinggirkan. Keadaan ini akan jadi bola salju permasalahan sosial di kemudian hari, seperti pengangguran, kriminal, kemiskinan, dan kerapuhan jejaring kemasyarakatan. Di saat yang sama, pendidikan telah mengubah praktiknya secara ...